TIPS MEMPERSIAPKAN UTBK
(SBMPTN) SAMBIL KULIAH
Oleh : Sidiq Maulana
Fakultas
Hukum, Universitas Padjajaran 2019
Semester dua tak terasa sudah mendekati pertengahan
jalan. Tentu kamu yang sedang duduk di bangku SMA kelas XII sudah disibukkan
dengan segudang aktivitas, mulai dari menjalani ujian tengah semester, ujian
praktek, hingga pemotretan yang tiada henti. Sederet ujian pun telah siap
menanti untuk dihadapi dalam beberapa bulan ke depan. Akan tetapi, ada satu
ujian yang mungkin sangat dinantikan oleh sebagian besar pelajar (sebenarnya
mayoritas oleh alumni, pelajar lebih menyukai apa yang kita kenal dengan
sebutan SNMPTN *baca : Jalur Undangan) dalam kurang lebih satu bulan ke depan.
Yap, ujian itu adalah “Ujian Tulis Berbasis Komputer” (UTBK) atau yang dahulu
kita kenal dengan sebutan “Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri”
(SBMPTN). Sebenarnya istilah ini masih tetap digunakan, hanya saja
penggunaannya diubah menjadi ketika pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi
itu sendiri, dimana istilah ujiannya sendiri berubah nama menjadi UTBK.
Kembali ke topik utama, UTBK ini selalu menjadi incaran
banyak orang setiap tahunnya. Tidak hanya mereka yang duduk di bangku kelas
XII, tak sedikit juga yang telah berstatus alumni berbondong-bondong mengikuti
ujian ini. Motivasi mereka beragam, umumnya mereka mengikuti ujian ini karena
tidak berhasil lolos di perguruan tinggi negeri tujuan pada tahun sebelumnya
dan memutuskan untuk menunda kuliah (gap
year) selama satu tahun. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang telah
kuliah mengikuti kembali UTBK ini. Salah jurusan, daya tarik kampus favorit
hingga sekedar “coba-coba” menjadi alasan utama dari mereka untuk mengikuti
UTBK ulang. Ada kondisi menarik dimana mereka yang telah berkuliah ini memiliki
satu keluhan yang sama berkaitan dengan UTBK yaitu : sulitnya mempersiapkan
UTBK sembari berkuliah. Menjawab persoalan tersebut, berikut terdapat beberapa
tips mengenai cara mempersiapkan “UTBK sambil kuliah” yang mungkin bisa
diterapkan bagi kalian yang berniat untuk mengikuti kembali UTBK tahun ini.
1. Teguhkan Niat !
Ungkapan klasik mengatakan bahwa “segala sesuatu berawal
dari niat”. Hal itu benar adanya, sobat ! Saat kamu hendak memulai persiapan
UTBK, kamu harus menentukan dan bertanya terlebih dahulu pada dirimu sendiri,
Apakah kamu benar-benar ingin mengikuti UTBK ulang tahun ini? Apakah kamu
memang ingin lolos UTBK tahun ini ataukah hanya sekedar coba-coba? dan Apakah UTBK memang merupakan prioritasmu dan
merupakan solusi dari berbagai problematika di kampus lamamu? Bila kamu telah
berhasil menjawab ketiga pertanyaan tadi secara penuh keyakinan dan tanpa
keraguan, maka selamat, kamu telah memulai langkah besar menuju kelolosan UTBK
tahun ini.
2. Komunikasikan Niatmu
Segera setelah kamu meneguhkan niat dalam hal apapun,
maka apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Tentu saja mengutarakan niatmu
tersebut pada orang lain. Apabila kamu sudah cukup yakin dengan langkah yang
kamu pilih, maka segera bicarakan hal tersebut kepada orang yang kamu pandang
perlu untuk mengetahuinya. Mulailah dengan mengutarakannya kepada kedua orang
tuamu. Mintalah doa restu serta dukungan kepada mereka berdua, karena hal
tersebut akan sangat berpengaruh penting dan menentukan dalam perjalanan
panjangmu mempersiapkan UTBK. Karena seperti yang kita tahu, orang tua lah yang
akan menjadi pennyokong utama baik dalam hal moril maupun materil. Maka, jangan
lupa minta doa restu dan dukungan dari mereka yaa !
Kemudian, komunikasikanlah niatmu ini pada teman terdekatmu
dan juga pada mereka yang memiliki tujuan yang sama. Dengan begitu, kamu akan
selalu mendapat dorongan energi dalam perjalanan perjuanganmu menghadapi UTBK
serta akan membuat “beban” di pundakmu menjadi sedikit lebih ringan karena kamu
tidak berjuang sendirian. Karena percayalah, selama perjalanan panjang tersebut
kamu tidak akan selamanya dalam kondisi yang baik. Ada saatnya kamu akan berada
dalam kondisi “sulit” seperti merasa jenuh, lelah dan mungkin ingin menyerah di
tengah jalan. Inilah fungsi lain dari rekan seperjuangan, menguatkanmu dalam
kondisi sulit serta mendorongmu untuk bangkit dan kembali fokus pada niat
awalmu. Maka, jangan lupa cari teman seperjuangan ya !
3. Susun Rencana dan Skala
Prioritasmu
Sekarang kita telah masuk ke dalam tahap pelaksanaan
persiapan menuju UTBK. Dunia perkuliahan tentu tidak lepas dari segudang
kegiatan yang akan menyibukkan dirimu. Maka dari itu penting bagi kamu untuk
membuat perencanaan selama persiapan menuju UTBK. Mulailah dengan menentukan
jangka waktu yang kamu butuhkan untuk mempersiapkan UTBK. Hal ini karena setiap
orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda mengenai waktu yang dibutuhkan dalam
mempersiapkan UTBK. Ada yang mempersiapkannya mulai dari satu tahun sebelum
UTBK berlangsung, ada yang dalam jangka waktu enam bulan bahkan ada yang
sanggup mempersiapkannya hanya dalam rentang dua bulan. Semua bergantung pada
preferensimu.
Setelah menentukan waktu, maka langkah selanjutnya
adalah menentukan skala prioritas. Ukurlah sejauh mana kemampuan dirimu dalam
mengambil segala kesibukan yang ada. Kemudian susunlah rencana kesibukanmu
selama beberapa bulan ke depan sebelum UTBK, baik dalam bentuk to do list atau jadwal kegiatan harian
maupun dalam skala bulanan. Kamu bisa mulai dengan menyortir beberapa kesibukan
yang tidak menjadi prioritasmu saat ini disesuaikan dengan kondisi dan
kemampuan diri sendiri. Contoh sederhana, apabila kamu memang merasa mampu
mempersiapkan UTBK sembari mengikuti kegiatan kemahasiswaan, maka hal itu
tidaklah menjadi masalah. Tetapi apabila kamu memang merasa tidak mampu, maka
prioritaskanlah terlebih dahulu untuk mempersiapkan UTBK karena memang hal
itulah yang menjadi prioritasmu saat ini. Hal ini pun berlaku dalam ranah
akademik di dunia perkuliahan. Tentu akan sangat baik apabila kamu bisa
menyeimbangkan kedua hal tersebut secara bersamaan, tetapi apabila dalam
kondisi yang sangat mendesak maka kamu dapat mengambil beberapa strategi khusus
misalnya dengan cara “tancap gas” mengejar nilai IPK sebaik mungkin di semester
1 dan fokus pada UTBK selama semester 2 sehingga setidaknya apabila nilaim IPK
mu jatuh, maka sudah ada “penyokong” untuk nilaimu tersebut. Tetapi kembali,
hal tersebut bergantung kepada masing-masing individu. Hal yang terpenting
adalah kamu harus bisa bijak dan
bertanggungjawab atas pilihan strategi yang telah kamu pilih ya, teman !
4. Pilih Gaya Belajar yang
“Kamu Banget” !
Inti dari poin keempat ini sebenarnya adalah diri kamu
sendiri. Mengapa? Karena hanya kamulah yang mengetahui secara persis gaya
belajar yang paling nyaman dan sesuai dengan kondisimu. Secara umum, memang
terdapat pembagian cara belajar ke dalam tiga kategori yaitu secara visual,
auditorial, maupun kinestetik. Namun pada hakikatnya, cara belajar tersebut
sangatlah luas, beragam dan tidak hanya terbatas pada tiga kategori tersebut,
Maka penting bagimu untuk mengidentifikasi gaya belajar yang mana yang “kamu
banget”. Dengan begitu, proses belajar pun akan lebih efektif. Apabila kamu
lebih nyaman mendengar penjelasan dari guru selama di kelas (bila kamu
mengambil program bimbingan belajar), maka coba untuk mengoptimalkan proses
belajarmu dengan memperhatikan secara serius apa yang disampaikan didalam kelas dan usahakan untuk tidak mengobrol.
Apabila kamu merasa lebih nyaman untuk belajar bersama dan berdiskusi, maka
optimalkanlah jaringan pertemananmu dengan sesama “Pejuang PTN” untuk membuat
kelompok belajar. Apabila kamu lebih fleksibel dan lebih nyaman untuk belajar
melalui media pembelajaran online, misalnya melalui video pembelajaran
sebagaimana yang saat ini sedang menjamur, maka ambillah kursus online dan
sisihkan sebagian dari uangmu untuk itu. Selain dari ketiga contoh di atas,
masih banyak lagi cara-cara belajar atau kebiasaan lain ketika belajar yang
mungkin dapat diterapkan, bahkan yang terdengar saat unik seperti kebiasaan
untuk belajar dengan ditemani suara gemericik air, semilir angin atau bahkan
alunan musik cadas. Maka dari itu, kenali dirimu lebih dalam yaa !
5. Konsisten Pada Diri
Sendiri
Niat sudah lurus, rencana sudah tersusun sedemikian
rupa, gaya belajarpun sudah sesuai, lalu apa lagi? Mungkin kamu lupa akan satu
hal penting, yaitu konsistensi ! Konsisten ini merupakan satu kata yang sudah
sangat sering kita dengar, tetapi bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan.
Namun, bukan berarti kita tidak bisa memulainya sama sekali. Kita bisa
mengawalinya dengan hal sederhana, seperti melakukan segala sesuatu sesuai apa
yang tercantum dalam jadwal kegiatan harian yang telah kita susun. Cobalah
untuk bertanggungjawab terhadap apa yang telah kita tulis dan sedapat mungkin
untuk meminimalkan “pelanggaran” terhadap jadwal tersebut. Tetapi, bila kamu
bukan tipe orang yang suka akan jadwal tertulis atau merasa terkekang dengan
hal tersebut, maka kamu bisa menerapkan target belajar harian. Kamu bisa
menargetkan minimal jam belajar per hari sesuai yang kamu butuhkan. Namun satu
hal krusial yang perlu diingat, aturlah jam belajar secukupnya. Akan lebih baik
apabila kamu konsisten melakukan proses belajar setiap hari dengan durasi yang
sama daripada kamu belajar secara berlebihan dalam satu hari dan tidak belajar
sama sekali di hari lainnya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk konsisten yaa !
6. Berdoa dan Beribadah
Semua usaha telah dilakukan, segala upaya pun telah kita
kerahkan. Maka apabila saat itu telah datang, giliran Tuhan yang bertugas untuk
menentukan. Begitu kurang lebih ungkapan yang cocok menggambarkan poin keenam
ini. Seperti kita ketahui bersama, manusia merupakan makhluk yang sangat lemah
dan tak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Oleh karenanya, manusia selalu beribadah
dan berdoa memohon perlindungan dan kelancaran kepada Tuhan dalam hal apapun.
Begitu pula dalam hal perjuangan mempersiapkan UTBK ini, sangat penting bagi
kita untuk rajin beribadah dan memohon pertolongan kepada Tuhan agar diberi
kelancaran selama dalam proses persiapan UTBK dan juga memohon agar diberi
ketetapan yang terbaik bagi diri kita. Karena satu hal yang perlu kita ingat,
Tuhan selalu baik pada hamba-Nya dan Ia juga selalu mengetahui apa yang baik bagi
hamba-Nya. Terlepas dari ibadah itu sendiri yang memang merupakan kewajiban
bagi kita tanpa terkecuali, penting untuk dicermati bahwa kita perlu untuk
semakin mendekatkan diri serta meningkatkan ketakwaan pada Tuhan selama
masa-masa perjuangan ini. Karena doa dan ibadah merupakan penyempurna dari
ikhtiar atau usaha yang telah kita lakukan. Maka dari itu, jangan lupa ibadah
dan berdoa ya gais !
Nah, itu dia enam tips dalam rangka mempersiapkan UTBK sembari
berkuliah. Keenam tips di atas merupakan hal-hal yang telah diterapkan penulis
selama dua bulan masa persiapan menuju UTBK. Apakah kamu memiliki tips yang
lain? Kamu bisa mengirim saranmu ke situs ini untuk ditambahkan dalam artikel
selanjunya. Akhir kata, selamat berjuang dan sampai berjumpa di kampus impian !
Semoga sukses !
Komentar
Posting Komentar