Langsung ke konten utama

6 Cara mempersiapkan UTBK (SBMPTN) Sambil Kuliah


TIPS MEMPERSIAPKAN UTBK (SBMPTN) SAMBIL KULIAH
Oleh : Sidiq Maulana
Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran 2019
Semester dua tak terasa sudah mendekati pertengahan jalan. Tentu kamu yang sedang duduk di bangku SMA kelas XII sudah disibukkan dengan segudang aktivitas, mulai dari menjalani ujian tengah semester, ujian praktek, hingga pemotretan yang tiada henti. Sederet ujian pun telah siap menanti untuk dihadapi dalam beberapa bulan ke depan. Akan tetapi, ada satu ujian yang mungkin sangat dinantikan oleh sebagian besar pelajar (sebenarnya mayoritas oleh alumni, pelajar lebih menyukai apa yang kita kenal dengan sebutan SNMPTN *baca : Jalur Undangan) dalam kurang lebih satu bulan ke depan. Yap, ujian itu adalah “Ujian Tulis Berbasis Komputer” (UTBK) atau yang dahulu kita kenal dengan sebutan “Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri” (SBMPTN). Sebenarnya istilah ini masih tetap digunakan, hanya saja penggunaannya diubah menjadi ketika pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi itu sendiri, dimana istilah ujiannya sendiri berubah nama menjadi UTBK.
Kembali ke topik utama, UTBK ini selalu menjadi incaran banyak orang setiap tahunnya. Tidak hanya mereka yang duduk di bangku kelas XII, tak sedikit juga yang telah berstatus alumni berbondong-bondong mengikuti ujian ini. Motivasi mereka beragam, umumnya mereka mengikuti ujian ini karena tidak berhasil lolos di perguruan tinggi negeri tujuan pada tahun sebelumnya dan memutuskan untuk menunda kuliah (gap year) selama satu tahun. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang telah kuliah mengikuti kembali UTBK ini. Salah jurusan, daya tarik kampus favorit hingga sekedar “coba-coba” menjadi alasan utama dari mereka untuk mengikuti UTBK ulang. Ada kondisi menarik dimana mereka yang telah berkuliah ini memiliki satu keluhan yang sama berkaitan dengan UTBK yaitu : sulitnya mempersiapkan UTBK sembari berkuliah. Menjawab persoalan tersebut, berikut terdapat beberapa tips mengenai cara mempersiapkan “UTBK sambil kuliah” yang mungkin bisa diterapkan bagi kalian yang berniat untuk mengikuti kembali UTBK tahun ini.
1. Teguhkan Niat !
Ungkapan klasik mengatakan bahwa “segala sesuatu berawal dari niat”. Hal itu benar adanya, sobat ! Saat kamu hendak memulai persiapan UTBK, kamu harus menentukan dan bertanya terlebih dahulu pada dirimu sendiri, Apakah kamu benar-benar ingin mengikuti UTBK ulang tahun ini? Apakah kamu memang ingin lolos UTBK tahun ini ataukah hanya sekedar coba-coba? dan  Apakah UTBK memang merupakan prioritasmu dan merupakan solusi dari berbagai problematika di kampus lamamu? Bila kamu telah berhasil menjawab ketiga pertanyaan tadi secara penuh keyakinan dan tanpa keraguan, maka selamat, kamu telah memulai langkah besar menuju kelolosan UTBK tahun ini.
2. Komunikasikan Niatmu
Segera setelah kamu meneguhkan niat dalam hal apapun, maka apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Tentu saja mengutarakan niatmu tersebut pada orang lain. Apabila kamu sudah cukup yakin dengan langkah yang kamu pilih, maka segera bicarakan hal tersebut kepada orang yang kamu pandang perlu untuk mengetahuinya. Mulailah dengan mengutarakannya kepada kedua orang tuamu. Mintalah doa restu serta dukungan kepada mereka berdua, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh penting dan menentukan dalam perjalanan panjangmu mempersiapkan UTBK. Karena seperti yang kita tahu, orang tua lah yang akan menjadi pennyokong utama baik dalam hal moril maupun materil. Maka, jangan lupa minta doa restu dan dukungan dari mereka yaa !
Kemudian, komunikasikanlah niatmu ini pada teman terdekatmu dan juga pada mereka yang memiliki tujuan yang sama. Dengan begitu, kamu akan selalu mendapat dorongan energi dalam perjalanan perjuanganmu menghadapi UTBK serta akan membuat “beban” di pundakmu menjadi sedikit lebih ringan karena kamu tidak berjuang sendirian. Karena percayalah, selama perjalanan panjang tersebut kamu tidak akan selamanya dalam kondisi yang baik. Ada saatnya kamu akan berada dalam kondisi “sulit” seperti merasa jenuh, lelah dan mungkin ingin menyerah di tengah jalan. Inilah fungsi lain dari rekan seperjuangan, menguatkanmu dalam kondisi sulit serta mendorongmu untuk bangkit dan kembali fokus pada niat awalmu. Maka, jangan lupa cari teman seperjuangan ya !
3. Susun Rencana dan Skala Prioritasmu
Sekarang kita telah masuk ke dalam tahap pelaksanaan persiapan menuju UTBK. Dunia perkuliahan tentu tidak lepas dari segudang kegiatan yang akan menyibukkan dirimu. Maka dari itu penting bagi kamu untuk membuat perencanaan selama persiapan menuju UTBK. Mulailah dengan menentukan jangka waktu yang kamu butuhkan untuk mempersiapkan UTBK. Hal ini karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda mengenai waktu yang dibutuhkan dalam mempersiapkan UTBK. Ada yang mempersiapkannya mulai dari satu tahun sebelum UTBK berlangsung, ada yang dalam jangka waktu enam bulan bahkan ada yang sanggup mempersiapkannya hanya dalam rentang dua bulan. Semua bergantung pada preferensimu.
Setelah menentukan waktu, maka langkah selanjutnya adalah menentukan skala prioritas. Ukurlah sejauh mana kemampuan dirimu dalam mengambil segala kesibukan yang ada. Kemudian susunlah rencana kesibukanmu selama beberapa bulan ke depan sebelum UTBK, baik dalam bentuk to do list atau jadwal kegiatan harian maupun dalam skala bulanan. Kamu bisa mulai dengan menyortir beberapa kesibukan yang tidak menjadi prioritasmu saat ini disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan diri sendiri. Contoh sederhana, apabila kamu memang merasa mampu mempersiapkan UTBK sembari mengikuti kegiatan kemahasiswaan, maka hal itu tidaklah menjadi masalah. Tetapi apabila kamu memang merasa tidak mampu, maka prioritaskanlah terlebih dahulu untuk mempersiapkan UTBK karena memang hal itulah yang menjadi prioritasmu saat ini. Hal ini pun berlaku dalam ranah akademik di dunia perkuliahan. Tentu akan sangat baik apabila kamu bisa menyeimbangkan kedua hal tersebut secara bersamaan, tetapi apabila dalam kondisi yang sangat mendesak maka kamu dapat mengambil beberapa strategi khusus misalnya dengan cara “tancap gas” mengejar nilai IPK sebaik mungkin di semester 1 dan fokus pada UTBK selama semester 2 sehingga setidaknya apabila nilaim IPK mu jatuh, maka sudah ada “penyokong” untuk nilaimu tersebut. Tetapi kembali, hal tersebut bergantung kepada masing-masing individu. Hal yang terpenting adalah  kamu harus bisa bijak dan bertanggungjawab atas pilihan strategi yang telah kamu pilih ya, teman !
4. Pilih Gaya Belajar yang “Kamu Banget” !
Inti dari poin keempat ini sebenarnya adalah diri kamu sendiri. Mengapa? Karena hanya kamulah yang mengetahui secara persis gaya belajar yang paling nyaman dan sesuai dengan kondisimu. Secara umum, memang terdapat pembagian cara belajar ke dalam tiga kategori yaitu secara visual, auditorial, maupun kinestetik. Namun pada hakikatnya, cara belajar tersebut sangatlah luas, beragam dan tidak hanya terbatas pada tiga kategori tersebut, Maka penting bagimu untuk mengidentifikasi gaya belajar yang mana yang “kamu banget”. Dengan begitu, proses belajar pun akan lebih efektif. Apabila kamu lebih nyaman mendengar penjelasan dari guru selama di kelas (bila kamu mengambil program bimbingan belajar), maka coba untuk mengoptimalkan proses belajarmu dengan memperhatikan secara serius apa yang disampaikan didalam  kelas dan usahakan untuk tidak mengobrol. Apabila kamu merasa lebih nyaman untuk belajar bersama dan berdiskusi, maka optimalkanlah jaringan pertemananmu dengan sesama “Pejuang PTN” untuk membuat kelompok belajar. Apabila kamu lebih fleksibel dan lebih nyaman untuk belajar melalui media pembelajaran online, misalnya melalui video pembelajaran sebagaimana yang saat ini sedang menjamur, maka ambillah kursus online dan sisihkan sebagian dari uangmu untuk itu. Selain dari ketiga contoh di atas, masih banyak lagi cara-cara belajar atau kebiasaan lain ketika belajar yang mungkin dapat diterapkan, bahkan yang terdengar saat unik seperti kebiasaan untuk belajar dengan ditemani suara gemericik air, semilir angin atau bahkan alunan musik cadas. Maka dari itu, kenali dirimu lebih dalam yaa !
5. Konsisten Pada Diri Sendiri
Niat sudah lurus, rencana sudah tersusun sedemikian rupa, gaya belajarpun sudah sesuai, lalu apa lagi? Mungkin kamu lupa akan satu hal penting, yaitu konsistensi ! Konsisten ini merupakan satu kata yang sudah sangat sering kita dengar, tetapi bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa memulainya sama sekali. Kita bisa mengawalinya dengan hal sederhana, seperti melakukan segala sesuatu sesuai apa yang tercantum dalam jadwal kegiatan harian yang telah kita susun. Cobalah untuk bertanggungjawab terhadap apa yang telah kita tulis dan sedapat mungkin untuk meminimalkan “pelanggaran” terhadap jadwal tersebut. Tetapi, bila kamu bukan tipe orang yang suka akan jadwal tertulis atau merasa terkekang dengan hal tersebut, maka kamu bisa menerapkan target belajar harian. Kamu bisa menargetkan minimal jam belajar per hari sesuai yang kamu butuhkan. Namun satu hal krusial yang perlu diingat, aturlah jam belajar secukupnya. Akan lebih baik apabila kamu konsisten melakukan proses belajar setiap hari dengan durasi yang sama daripada kamu belajar secara berlebihan dalam satu hari dan tidak belajar sama sekali di hari lainnya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk konsisten yaa !
6. Berdoa dan Beribadah
Semua usaha telah dilakukan, segala upaya pun telah kita kerahkan. Maka apabila saat itu telah datang, giliran Tuhan yang bertugas untuk menentukan. Begitu kurang lebih ungkapan yang cocok menggambarkan poin keenam ini. Seperti kita ketahui bersama, manusia merupakan makhluk yang sangat lemah dan tak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Oleh karenanya, manusia selalu beribadah dan berdoa memohon perlindungan dan kelancaran kepada Tuhan dalam hal apapun. Begitu pula dalam hal perjuangan mempersiapkan UTBK ini, sangat penting bagi kita untuk rajin beribadah dan memohon pertolongan kepada Tuhan agar diberi kelancaran selama dalam proses persiapan UTBK dan juga memohon agar diberi ketetapan yang terbaik bagi diri kita. Karena satu hal yang perlu kita ingat, Tuhan selalu baik pada hamba-Nya dan Ia juga selalu mengetahui apa yang baik bagi hamba-Nya. Terlepas dari ibadah itu sendiri yang memang merupakan kewajiban bagi kita tanpa terkecuali, penting untuk dicermati bahwa kita perlu untuk semakin mendekatkan diri serta meningkatkan ketakwaan pada Tuhan selama masa-masa perjuangan ini. Karena doa dan ibadah merupakan penyempurna dari ikhtiar atau usaha yang telah kita lakukan. Maka dari itu, jangan lupa ibadah dan berdoa ya gais !
Nah, itu dia enam tips dalam rangka mempersiapkan UTBK sembari berkuliah. Keenam tips di atas merupakan hal-hal yang telah diterapkan penulis selama dua bulan masa persiapan menuju UTBK. Apakah kamu memiliki tips yang lain? Kamu bisa mengirim saranmu ke situs ini untuk ditambahkan dalam artikel selanjunya. Akhir kata, selamat berjuang dan sampai berjumpa di kampus impian ! Semoga sukses ! 

Komentar

Kalian perlu tahu

Cara Terbaik Memaksimalkan Efek Fading pada Denim

  Sumber: Denim Enthusiast Group Line Denim heads pasti sudah tidak asing dengan kata" fading ". Singkatnya fading adalah perubahan warna biru dari tanaman indigofera pada denim di bagian-bagian tertentu. Menurut Darahkubiru.com, situs tentang denim lifestyle, hal ini ada benarnya, karena fading pada dasarnya terjadi karena adanya gesekan pada bagian-bagian tertentu pada jeans yang mengakibatkan indigo terlepas dari jeans. Proses fading pada denim terbilang cukup lama sehingga butuh waktu berbulan-bulan dan konsisten dalam pemakaian denim. Selain terbentuk karena proses pemakaian, fading pada denim sebenarnya sangat dipengaruhi oleh cara pencucian yang diterapkan. Asal tahu teknik dan cara yang benar, dapat dipastikan efek fading pada denim yang terbentuk akan terlihat cantik/keren saat dipandang. Itulah menjadikan fading adalah sebuah seni dalam pemakaian denim. Mau tahu bagaimana cara terbaik untuk memaksimalkan efek fading pada denim? Berikut lima cara menghasilk...

Karya Tulis Ilmiah Analisis Sejarah Sastra

CINTA DAN ALAM DALAM PUISI SOE HOK GIE YANG BERJUDUL CAHAYA BULAN: TINJAUAN STRUKTURALISME SASTRA Arif Syamsul Ma’Arif, 185030086, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan, Bandung, 2018 Email: arifanami26@gmail.com Abstrak Di tengah berbagai puisi tentang nasionalisme, Gie juga dihadapkan pada situasi yang dinamakan cinta kepada perempuan, meskipun kisah percintaan Gie dapat dikatakakan tragis. Kisah cinta Gie juga dapat disandingkan dengan kecintaannya terhadap alam, khususnya lembah Mandalawangi. Dalam puisi “Cahaya Bulan” karya Soe Hok Gie tersebut membahas tentang cintanya terhadap alam akan keindahan lembah Mandalawangi di gunung Pangrango dan perempuan . Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan strukturalisme karena puisi ini membahas tentang struktur yang ada dalam karya sastra itu sendiri. Oleh karena itu penulis akan memaparkan puisi “Cahaya Bulan” karya Soe Hok Gie. Kata k...

Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu Polka Wars: Bunga (Kajian Semantik)

Bahasa menjadi salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan pada manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang memudahkan untuk berinteraksi antara satu sama lain. Bahasa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer; digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Sedangkan Chaer (2002:30) berpendapat bahwa bahasa adalah alat verbal yang digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya – semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas jalan pikirannya. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga sebagai alat untuk mengekspresikan jiwa, perasaan, gagasan, ide, dan emosi manusia. Biasanya, cara manusia untuk menyampaikan perasaan akan menggunakan kata-kata yang indah seperti puisi, syair, hingga lagu. Lagu menurut KBBI adalah ragam suara yang berirama (dalam bercakap, bernyanyi, membaca, dsb) yang diiringi oleh instru...