Ada yang mencoba mencari suatu kesenangan atau kebahagiaan untuk dirinya agar tidak selalu merasakan sedih, kesal, dan sebagainya. Dengan cara apapun akan dilakukan. Tidak peduli apa yang orang lain katakan tentang dirinya ini. Dirinya hanya ingin merasakan kebahagiaan. Mungkin bisa saja kebahagiaan yang dia inginkan melalui seseorang yang di anggap baik dan menolongnya untuk menciptakannya, atau kebahagiaan diciptikan oleh diri sendiri.
Ambil saja bila tentang kebahagian orang-orang pasti bertuju kepada suatu hubungan atau biasa kita sebut dengan "pacaran". Kita punya fikiran bila pasangan kita itu orang yang baik, orang yang tepat, dan orang yang selalu ada. Ayolah, opini ini memang sudah ada di mindset kalian terutama para kaula muda. Ada yang mendapat kebahagiaannya telah tercipta, contohnya langgeng dalam hubungan, hangout setiap weekend, dan bila ada masalah selalu cepat diselesaikan dan tidak berkepanjangan. Mungkin ketiga hal tersebut bila di dalam hubungan kalian bisa saling mengerti satu sama lain, bisa saja itu bakal tercipta, ciptalah yang kalian inginkan adalah kebahagiaan dan pilihan kalian itu adalah yang terbaik. Tetapi, bagaimana andaikan kita menjadi sebaliknya dari hal tersebut? kita ambil contoh remaja yang baru saja kandas dalam hubungannya. Dia terpaku dalam masalahnya dan belum bisa melupakan matannya ini. masalalu selalu menghantui disetiap lamunannya. Hari demi hari dia lewati sampai di kemudian hari dia menemukan seseorang yang mungkin saja bisa membuat dia kembali menemukan kebhagiaan yang ingin dia rasakan. Akhirnya dia pun mencoba mendekatinya sampai-sampai dia sudah beranggapan bahwa orang yang dia kenal beberapa bulan ini adalah orang yang "baik". Sampai pada akhirnya dirinya dan dia menjadi kita. Dan dirinya ini telah menanamkan kepercayaan dan harapan, dia adalah orang yang baik karena telah menyelamatkan dirinya dari pekatnya masa lalu yang ingin segera lepas dan mereka saling berjanji. Tetapi, bagaimana bila ada yang ingkar? ada penghianatan? apa orang yang dianggap "BAIK" ini menyelamatkan? menciptakan kebahagiaan? oh tuhan, dirinya kembali merasakan apa yang dia alami pada masa lalu. Orang yang dianggap baik itu ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, salah menyimpan kepercayaan. Dan pada akhirnya hubungan mereka kandas.
Kalian, ciptakanlah kebahagian oleh diri sendiri karena kita yang akan merasakannya dan menciptakan kenyataan yang indah. karena orang baik belum tentu baik dan orang jahat juga belum tentu jahat.
"Sesuatu paling menyakitkan adalah berharap kepada manusia"

Komentar
Posting Komentar